Kamis, 08 April 2010

Manfaat Mineral Bagi Tubuh Kita

BAB I

PENDAHULUAN

1. PENGERTIAN MINERAL

Mineral dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah relative sedikit setiap hari, dan mineral diperlukan tubuh dalam bentuk ion. Mineral mudah larut dan tidak mengalami proses pencernaan, tapi langsung diserap oleh usus. Di dalam tubuh, mineral menyumbang 4 % dari berat total tubuh. Dari jumlah tersebut sekitar 75 % adalah Kalsium (Ca) dan Fosfor (P) yang terdapat pada tulang dan gigi.

¨ Mineral adalah suatu unsur atau senyawa alami yang dalam keadaan normalnya memiliki unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologi. Yang termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui yang berupa padatan, ada yang larut dalam air lalu masuk tubuh lewat air minum / air yang dipakai untuk mencuci sayur dan buah.

¨ Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi.

¨ Mineral merupakan senyawa esensial untuk berbagai proses selular tubuh. Tanpa adanya mineral, tubuh tidak mungkin dapat berfungsi dengan semestinya bahkan dapat mengalami kesakitan hingga kematian. Mineral juga berperan penting dalam pembentukkan struktural dari jaringan keras dan lunak, kerja sistem enzim, kontraksi otot dan respon saraf serta dalam pembekuan darah.

¨ Mineral adalah zat anorganik yang berasal dari : bahan makanan, bahan anorganik lainnya, hasil pembakaran kedua zat tersebut (pada suhu & tekanan tinggi) menghasilkan abu.

MINERAL itu biasanya masuk tubuh dalam bentuk garam, dan lalu digunakan dalam bentuk elektrolit. Elektrolit ialah bentuk ion dari mineral itu, bermuatan listrik positif (+) atau negatif (-). Ada sebagian mineral itu dipakai sel sebagai poros atau inti suatu molekul, ada pula dipakai untuk menghubungkan suatu cabang ke batang suatu molekul.

Banyak unsur dalam tanah itu masuk tubuh lewat salur pencernaan begitu saja, tanpa diabsorpsi dinding usus. Lalu keluar lagi bersama tinja. Jika mineral itu masuk tubuh lewat bukan lewat saluran makanan, tetapi lewat saluran napas, itu sering akan melekat dan mengendap di antara sel-sel alveolus.

Jika mineral itu melekat pada silia saluran napas akan dicoba kayuhkan lagi ke luar tubuh lewat tekak dan keluar berupa dahak, ingus, atau masuk saluran cerna. Sayang silia hanya terdapat pada ranting tenggorokan, tidak ada pada alveolus (gelembung paru). Alveolus ialah tempat pengikatan oksigen oleh darah lalu diangkut ke semua sel. Ada di antara mineral itu berada dalam debu yang sangat halus atau berupa jelaga dalam asap knalpot kenderaan atau cerobong pabrik, yang dapat terhirup bersama gas pernapasan hingga mencapai alveolus.

Karena itu setelah lengket di sana tidak bisa lagi dikeluarkan lewat tekak. sel-sel peronda pun, makrofaga, bekerja keras seperti tukang sapu jalan raya dan taman kota. Makrofaga itu bertindak sebagai penyedot debu. Di dalam sitoplasma makrofoga itu banyak terdapat lisosom yang bekerja untuk mencernakan bahan yang disedot.

Tetapi sayang makrofoga itu hanya beraninya saja, mereka tak punya enzim untuk mengurai mineral dan jelaga. Maka lisosom di dalam sitoplasma makrofoga itu pun makin lama makin gembung lalu pecah. Makrofaganya sendiri pun mati. Bangkai makrofoga itu dimakan lagi oleh makrofoga lain yang masih hidup. Demikianlah terus berlangsung dalam paru.

Mineral yang tidak bisa dicerna dan akan tetap berada dalam relung paru ialah pasir, kapur, dan serat abses. Di antara ketiga mineral itu sesungguhnya Ca (calsium, kalsium, zat kapur) penting sekali bagi tubuh, jika masuk lewat saluran cerna. Tetapi, dalam paru tidak bisa dicernakan atau dibuang. Mineral itu pun menumpuk sehingga pada suatu ketika mengganggu kesehatan (calicosis, silicosis, absbestosis).

2. KLASIFIKASI MINERAL DI DALAM TUBUH

1. Makro elemen (makro mineral) : essensial, jumlah besar antara lain : Ca, P, Mg,Na, K,Cl,S.

2. Trace elemen (mikro mineral): essensial, jumlah sedikit antara lain : Fe, Co, Cu, I, Zn, Mn, Mo.

3. Elemen yang terdapat dalam tubuh: guna tidak jelas , antara lain :Al, Bo,Sr, Se, Va, As.

4. Elemen yang terdapat dalam tubuh o.k. kontaminasi, antara lain : Pb, Br, Ni, Ag, Au.

3. FUNGSI MINERAL SECARA UMUM

1. Sebagai komponen utama tubuh (structural element) atau penyusun kerangka tulang, gigi dan otot-otot. Ca, P, Mg, Fl dan Si untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi sedang P dan sekolah luar biasa untuk penyusunan protein jaringan.

2. Merupakan unsur dalam cairan tubuh atau jaringan, sebagai elektrolit yang mengatur tekanan osmuse (Fluid balance), menegatur keseimbangan basa asam dan permeabilitas membran. Contoh adalah Na, K, Cl, Ca dan Mg.

3. Sebagai aktifator atau terkait dalam peranan enzyme dan hormon.

4. Zat Aktif dalam metabolisme (zat yang ikut serta dalam reaksi tubuh atau melaksanakan reaksi kimia sel.

5. Sebagai struktur sel atau jaringan (penyusunan sel)

6. Mengirim impuls saraf

7. Pertukaran gas

8. Mineral juga merupakan zat pengatur.

BAB II

KAJIAN TEORITIS

1. MACAM – MACAM MINERAL, FUNGSI DAN SUMBER MINERAL

A. MAKROELEMEN

· Makroelemen adalah mineral-mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang cukup besar atau jumlah yang banyak. Mineral-mineral ini didapatkan dari :

- Sayuran

- Kacang-kacangan

- Susu

- Telur

- Ikan

- Kerang

- Biji-bijian ( Gandum dan Padi )

· Makroelemen Esencial, jumlah besar antara lain :

- Ca - Na - S

- P - K

- Mg - Cl

1. KALSIUM ( Ca )

Merupakan satu dari dua mineral yang paling banyak dibutuhkan tubuh setiap hari sekitar 1.200 Mg. Yang disimpan dalam tulang dan gigi yang diatur oleh kelenjar endokrin.

Kalsium disebut juga zat kapur yang mempunyai fungsi-fungsi membentuk tulang dan gigi serta memiliki peran vitalitas otot pada tubuh.

· Distribusi dalam tubuh :

- 1,5 – 2 % BB (dewasa : 1100 – 1200 g

- 99 % pada tulang dan gigi

- 4 – 5 pada jar. Lunak/otot lurik.

· Distribusi dalam cairan tubuh :

- Bentuk ion Ca++ (60%)

- Bentuk garam ( Ca fosfat, Ca sitrat, Ca sulfat )

- Bentuk senyawa dengan protein (3,5%)

· Fungsi Calsium (Ca)

1. Bersenyawa dengan P & Mg membentuk bagian tulang yang keras.

2. Dalam serum & jaringan lunak :

3. Pembekuan darah

4. Pembentukan tulang dan gigi

5. Penerima dan transmisi

6. Kontraksi dan relaksasi otot.

- Di Darah sebagai katalisator pembentukan trombin & protrombin

- Di Otot : mempertahankan tonus & kepekaan

- Pada jaringan syaraf sebagai transmisi syaraf

- Sebagai zat pengaktif enzim (lipase, ATPase )

- Berpengaruh pada pemeabilitas membran.

· Metabolisme (intake dan ekskresi)

- Tubuh memperoleh Ca dari makanan sehari-hari

- Rata – rata intake 1 g/hari, absorpsinya dipengaruhi oleh vitamin D. 70-80% ekskresi feses.

- Metabolisme berhubungan dengan konsep homeostatis.

· Kebutuhan Ca ditentukan dari :

- Jumlah Ca yang diekskresi ginjal

- Ca jaringan yang dilepas melalui feses

- Ca yang terbuang melalui keringat

- Wanita hamil dengan Ca yang dibutuhkan feses

- Wanita menyusui dengan Ca yang diekskresi dalam ASI

· Sumber

Dipengaruhi :

- Banyaknya kandungan Ca

- Mudah/tidaknya Ca dari bahan makanan tersebut digunakan

· Sumber yang dianggap baik :

- Susu, keju, ikan teri, kuning telur

- Daun berwarna hijau tua

- Kacangan – kacangan, padi-padian

· Aplikasi Klinis :

- Tetani - Darah suka membeku

- Ricket - Terganggu metabolisme

- Batu Ginjal - Kekejangan pada otot

- Kerusakan gigi - Terganggunya pertumbuhan tulang

Ca : Masuk tubuh lewat makanan dan minuman, seperti susu, keju, sayur, telur, mentega, kacang-kacangan, wortel, dan jeruk. Banyak pula terkandung dalam air putih biasa. Sulit diabsorpsi dari usus, hanya lebih kurang separuh dari yang dimakan dimanfatkan, selebihnya dibuang lewat tinja. Absorpsi dalam usus kurang jika tubuh kurang vitamin D.

Dalam darah terdapat dalam plasma. Sebagian dalam bentuk ion, sebagian gabung dengan protein. Kadar Ca darah dikontrol tetap oleh hormon paratormon yang digetahkan kelenjar anak gondok. Ca kelebihan dalam jaringan dibuang selain lewat tinja, juga lewat kemih.

Ca berguna untuk membentuk tulang dan gigi. Peranannya yang sangat penting ialah untuk memelihara kelancaran perangsangan saraf dan kerutan otot. Jika defisiensi tulang dan gigi jadi rapuh atau lunak. Rambatan perangsangan juga terganggu, menyebabkan otot suka semut-semutan lalu kejang-kejang.

Pada wanita hamil dan menyusukan, jika pasokan dari makanan kurang, tulang jadi lunak dan tipis, karena unsur ini banyak diabsorpsi untuk kebutuhan janin atau bayi. Dalam air susu ibu banyak sekali terkandung unsur ini, yaitu 1 gram per 1.000 ml. Unsur ini juga berperan dalam proses pembekuan darah dan pembekuan susu. Maka jika defisiensi menyebabkan pembekuan jadi lambat. Pada bayi air susu sulit bergumpal, sehingga sulit pula dicernakan.

2. Fosfor ( P )

Fosfor (P) bersama kalsium (Ca) dibutuhkan tubuh sekitar 1.200 Mg perhari.

· Pada gizi manusia P berhubungan erat dengan Ca, oleh karena :

- Ca & P sumber utamanya susu.

- Keduanya merupakan pembentuk tulang.

- Keduanya membutuhkan vit. D untuk absorpsi.

- Keduanya sangat dipengaruhi hormon paratiroid.

· Distribusi dalam Tubuh :

- 0,8 – 1,1% berat badan

- 80 – 90% di tulang bersama Ca

- 20% lainnya pada tiap sel hidup

· Absorpsi – Ekskresi

- 70% P dalam BM dapat diabsorpsi

- Ekskresi terutama melalui mekanisme homeostatis ( + )

· Fungsi Fosfor ( P )

1. Bagian dari pembentukan tulang dan gigi

2. Sangat berguna pada metabolisme tubuh pada sel hidup

3. Membentuk kontraksi otot

4. Mengatur keseimbangan asam dan basa darah

5. Mengatur aktivitas hormonal

6. Membantu absorbsi serta transformasi zat-zat makanan.

· Kebutuhan Fosfor ( P )

Bila Ca terpenuhi berarti P terpenuhi.

· Sumber

1. Sumber protein hewani

2. Susu & hasil olahnya

3. Daging tanpa lemak

4. Kuning telur

5. Biji-bijian, kacang-kacangan

· Kekurangan Fosfor menyebabkan

- Kerusakan tulang dan gigi

- Metabolisme terganggu

- Kejang otot

P: Untuk memegang peran utama dalam membina struktur dan fisiologi tubuh makhluk. ATP, asam nukleat, membran, protein, dan berbagai enzim mengandung P dalam bentuk ikatan fosfat. Untuk melepaskan glukosa dari glikogen sebagai sumber energi dan untuk mengubah glukosa jadi glukogen yanag akan disimpan dalam hati dan otot, perlu gugus fosfat sebagai pelaksana reaksi. Unsur ini diabsorpsi tubuh dari usus berupa ion fosfat. Ion ini ada yang bergabung dengan bahan anorganik ada pula dengan organik. Bahan organik, misalnya, dalam kasein susu, fosfolipida, dan asam nukleat.

Sumber P yang penting ialah susu, keju, telur, daging, ikan, sereal, dan sayur. Dalam sereal unsur ini berada dalam asam fitat, tetapi dalam bentuk ini sulit diabsorpsi. Lagi pula asam ini dapat menghalangi diabsorpsi Fe dan Ca. Gandum mengandung enzim fitase, yang merombak asam fitat menjadi inositol dan asam fosfat. Dalam bentuk garam anorganik unsur ini mudah diabsorpsi dari usus. Dalam darah sangat penting, ikut membina eritrosit dan plasma darah. Kelebihan P sebagian besar dibuang lewat kemih, sebagian kecil lewat tinja.

P juga bertindak sebagai dapar dalam darah dan cairan tubuh. Kebutuhan sehari-hari meningkat pada wanita hamil dan menyusukan. Enzim fosfatase memecah fosfoglukosa jadi glukosa dan asam fosfat. Dalam tulang rawan penting untuk proses pembentukan tulang.

Unsur ini juga perlu memelihara kelancaran fungsi ginjal menyaring ampas metabolisme untuk jadi kemih. Enzim fosfatase juga penting digetah kelenjar prostat ke dalam air mani. Pada darah pasien kanker prostat kadar enzim ini tinggi, karena itu dapat dipakai sebagai diagnosa apakah prostat seorang pria sudah mengangker atau belum.

Tulang mengandung sekitar 60 persen garam anorganik P dan 40 persen garam organik, terutama dalam bentuk osein. Selain itu dalam tulang ada berbagai unsur mineral lain, yaitu Ca, Mg, Na, K, Str, dan Fe. Mineral dalam tulang berupa apatit, garam Ca-fosfat, dan kapur (CaCO3). Gigi juga banyak mengandung P. Lapisan email dan dentin mengandung Ca-fosfat berkadar tinggi, tetapi lebih rendah kadar CaCO3 dibanding tulang. Mineral tulang, termasuk garam fosfat, terus menerus mengalami perombakan-penumpukan, sesuai dengan kebutuhan dalam metabolisme tubuh.

3. Magnesium ( Mg )

Magnesium diperlukan tubuh manusia sekitar 300 Mg perhari

· Distribusi dalam tubuh

- Pada dewasa 25 g (20-28 g).

- 70% sebagai senyawa dengan Ca & P dalam bentuk garam kompleks.

- 30% dalam jaringan lunak dan cairan tubuh :

- 1,4 – 2,5 mg% dalam plasma.

- Sebagian besar pada sel darah merah.

· Fungsi :

· Pada metabolisme karbohidrat & phosphor.

· Proses pertumbuhan & pemeliharaan jaringan.

· Berhubungan dengan cortison dalam meregulasi kadar P.

· Bila kadar Mg menurun, vasodilatasi & pekerjaan otot terganggu.

· Secara alamiah pada manusia tidak pernah defisiensi

· Sebagai aktivator pembentukan eritrosit

· Sintesa protein

· Respirasi sel

· Katalisator yang melibatkan ATP dan ADP

· Memelihara kesehatan otot dan saraf

· Sumber :

Kacang-kacangan, seafood, biji-bijian, susu, ikan, daging, sayur, buah-buahan

· Kekurangan magnesium menyebabkan :

- Mengganggu pembentukan tulang

- Mengganggu kesehatan mental, emosi dan otot

- Gangguan hipoglikemia

4. Natrium ( Na )

Natrium adalah zat mineral yang kita andalkan sebagai pembentuk faram di dalam tubuh dan sebagai penghantar impuls dalam serabut syaraf dan tekana osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada disekitarnya.

Mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu = 1.100 Mg perhari.

· Distribusi dalam tubuh :

- 1/3 pada jaringan rangka dalam bentuk Na anorganik.

- 2/3 pada cairan ekstra sel adalah Na+

- Natrium serum 310-340 mg%

· Absorpsi – Ekskresi

- Terutama di usus halus.

- Jika intake menurun absorpsi menurun

- Glukosa dalam lumen usus banyak absorpsi berkurang

- Ekskresi 90% melalui urine, 5% melalui feses

· Konsentrasi NaCl plasma sangat bervariasi secara langsung atau tidak langsung berpengaruh pada :

- Tek. Osmotik plasma

- Vol. cairan plasma & interstitial

- Kesetimbangan asam-basa

- Mempertahankan hantaran listrik di sel tubuh.

- Kepekaan system cardiovascular untuk mengedarkan senyawa.

· Fungsi :

1. Sebagai Bahan makanan (garam)

- zat gizi essensial

- penegas cita rasa

- bahan pengawet

- bahan bantu dalam formula pengolahan bahan makanan dapat melemaskan adonan n

2. Fungsi Metabolik

- keseimbangan cairan tubuh

- keseimbangan asam basa

- pengaturan permeabilitas sel

3. Memelihara keseimbangan asam, basa

4. Mengatur Tekanan Osmotik sel

5. Transmisi impuls saraf

· Sumber :

Garam dapur, Susu, Telur, Daging, Bit, Bayam, Sayuran hijau, Asparagus.

· Aspek Klinis / kekurangan natrium ( Na ) menyebabkan :

Gejala Keracunan NaCl (hipernatremia):

- Perdarahan sub arachnoid, intra serebral.

- Pengerutan sel tubula ginjal

- Muntah, diare.

- Kegagalan peredaran darah perifer.

- Gangguan pernafasan hingga kematian.

- Kejang

- Menurunnya tekanan osmotik darah

- Gangguan pada jantung

- Kerusakan tulang dan gigi

- Metabolisme terganggu.

5. Kalium ( K )

Kalium mengandung protein dalam bentuk garam banyak di dalam cairan jaringan intraseluler tubuh.

· K : Bekerja sama dengan Na mengatur keseimbangan kadar air sel, dan bersama Na pula untuk mengatur kelancaran keluar – masuk zat makanan dari / kedalam sel.

· Kation utama cairan intra sel, sebagian kecil di ekstra sel.

- Peran bermakna pada aktifitas otot terutama otot jantung.

- Kadar normal : 14 – 20 mg%.

· Absorpsi-Ekskresi

- mudah diabsorpsi di usus.

- Ekskresi terutama melalui urine, sedikit di feses.

· Fungsi :

- Kesetimbangan elektrolit cairan tubuh. - Pengaturan tekanan osmotik

- Keseimbangan asam basa. - Kenetralan cairan tubuh

- Aktivitas otot lurik (rangka & jantung). - Transmisi inpuls saraf

- Metabolisme karbohidrat. - Katlisator reaksi kimia

- Sintesis protein. - Pengaturan pelepasan insulin

- Pertumbuhan - Memelihara denyut jantung

· Sumber :

Kacang polong, biji-bijian, buah-buahan, sayur, daging.

· Kekurangan Kalium menyebabkan

- Gangguan jantung

- Kelemahan otot

- Gangguan pernapasan

6. Chlor ( Cl )

Merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jalan yang cukup banyak sekitar 700 Mg perhari.

· Distribusi dalam tubuh

- Dalam bentuk Cl- 3% total mineral tubuh.

- Absorpsi terjadi sempurna.

- Ekskresi terutama melalui urine.

· Fungsi Metabolisme :

- Keseimbangan elektrolit cairan tubuh.

- Kadar air dalam tubuh

- Regulasi tekanan osmotic bersama Na.

- Membentuk HCl pada lambung

- Keseimbangan asam basa.

Keasaman lambung.

· Sumber :

- garam dapur

- jika kebutuhan Na terpenuhi, kebutuhan Cl juga terpenuhi.

· Kekurangan Chlor ( Cl ) menyebabkan :

- Ketergangguan pencernaan

- Lesu

- Mual

- Hilangnya

7. Slfur ( S )

· Distribusi dalam tubuh :

- An organic : sulfat dari Na, K, Mg.

- Organic : – Sulfur protein

- Sulfur non protein (sulfolipid, sulfotide)

· Sulfoprotein :

- asam amino yg mengandung S (metionin, sistein)

- glikoprotein

- hasil produk detoksifikasi

- Bersenyawa dengan heparin, insulin, tiamin

- keratin : protein rambut, kulit, kuku, bulu.

- S ada pada tiap sel, umumnya merupakan bagian protein sel.

- Kadar dalam plasma : 0,7 – 1,5 mEq /L

- Sulfur an organic melalui sirkulasi portal.

- Ekskresi melalui urine.

· Sumber :

Semua sumber protein (hewani & nabati)

· Fungsi Sulfur

- Komponen rambut, kulit, kuku

- Untuk pembekuan darah

- Membentuk protein dalam tubuh

B. MIKRO ELEMEN ( Trace Elemen )

· Mikro Elemen ialah mineral – mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit, namun berperan vital bagi proses dalam metabolisme.

· Mikro Elemen terdiri dari :

- Fe - Zn

- Co - Mn

- Cu - Mo

- I - F

1. Zat besi / Ferum ( Fe )

· Fungsi zat besi

- Pembentukan hemoglobin dan mioglobin. Yang berperan untuk peningkatan dan transfer oksigen

- Respirasi sel

- Reaksi biokimia

· Kekurangan dapat menyebabkan :

- Menimbulkan anemia

- Terganggunya metabolisme

- Lesu, pucat dan berat badan turun.

· Sumber

Daging, telur, susu, keju, roti, sayuran warna hijau, hati, ikan, lokan, kacang-kacangan, sereal

Sekitar 60 persen Fe yang diabsorpsi usus dipakai untuk membikin hemoglobin (Hb), 20 persen lainnya untuk membikin mioglobin otot, dan dalam enzim pernapasan, dan 20 persen lagi disalurkan kedalam hati, limpa, dan sumsum tulang.

Dalam sumsum disimpan sebagai ferretin dan hemosiderin. Fe yang keluar dari penghancuran eritrosit tidak dibuang, tetapi disimpan berupa ferritin dan hemosiderin juga, lalu dipakai lagi ntuk membikin Hb baru.

Sel mukosa usus mengandung apoferritin, lalu gabung dengan Fe yang kemudian diabsorpsi menjadi ferritin. Masuk darah Fe gabung dengan protein darah globulin membentuk transferrin. Yang di absorpsi dari usus sedikit saja, sebagian besar Fe dalam makanan keluar tubuh lagi. Jadi secara biasa sesungguhnya tubuh tidak kekurangan unsur ini.

Wanita yang sedang haid banyak Fe keluar tubuh, karena itu ia perlu cukup makanan yang mengandung unsur ini. Makanan sehari-hari yang bervariasi sudah cukup memelihara kesehatan tubuh. Jika defisiensi terjadi anemia atau kurang darah (maksudnya eritrosit). Suplemen unsur ini ialah berupa Fe-sulfat. Sehari-hari unsur ini jika kelebihan keluar lewat tinja, keringat, dan bulu atau rambut yang gugur.

2. Cobalt ( Co )

· Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah serta pembangun B.1 Mempertahankan Metabolisme

· Sumber : Diet yang berasal dari hewan.

Co penting untuk membuat vitamin B12 (cobalamin). Cu perlu untuk pembikinan pigmen Hb. Meski unsur ini tidak ikut membina Hb tetapi untuk pembikinannya unsur ini mutlak harus ada. Darah hewan rendah berwarna biru, karena pigmen pernapasannya mengandung Cu, sebagai ganti Fe pada hewan tinggi yang membuat darah berwarna merah.

3. Tembaga ( Cu )

· Fungsi Tembaga :

- Pembentukan berbagai enzim yang berperan menyimpang dan melepaskan ion besi dari dalam sel darah merah

- Pembentukan hemoglobin pada sel darah merah

- Pembentukan air susu pada ibu hamil

- Membantu dalam mengabsorpsi zat besi

- Sintesa hormon

- Memelihara sistem saraf

- Memelihara kimia darah.

· Sumber makanan

- Hati, jantung, ginjal, kerang, kacang – kacangan, teh, sea food, biji-bijian, air berflour.

4. Iodium ( I )

Mineral ini dibutuhkan 100-300 µg/hari sampai 1 mg/hari.

· Kebutuhan meningkat :

-Pertumbuhan anak-anak

-Wanita hamil dan menyusui

· Fungsi :

Untuk membentuk hormon tiroksin pada kelenjar tiroid. Tiroksin adalah hormon yang mengatur aktivitas berbagai organ, mengontrol pertumbuhan, membantu proses metabolisme, membantu perkembangan kecerdasan ( Kepandaian Anak )

· Kekurangan yodium :

- Gondok (goiter endemic)

- Kretinisme pada anak-anak

- Seseorang yang mengalami pertumbuhan cepat sehingga tubuhnya besar, dinamakan gigantisme

· Sumber

- Garam beryodium, makanan laut

5. Seng ( Zn ) / Zincum / Zinel

Seng adalah mikroelemen yang dibutuhkan tubuh sekitar 12,15 Mg perhari.

· Fungsi Seng ( Zn )

- Sintesa asam nukleat

- Dalam Pertumbuhan Jaringan

- Penyembuhan penyakit pernapasan

- Pembentukan enzim dan hormon

- Pemelihara berbagai jenis enzim

- Aktivitas indra pengecap ( Lidah kita )

- Kelancaran produksi mani

· Kekurangannya dapat menyebabkan :

Jika kadar unsur ini kurang dalam tubuh satu indikasi keinfertilan seorang pria. S banyak bertindak untuk menjembatani berbagai cabang dengan untaian asam-asam amino suatu molekul protein. Molekul imunoglobulin yang berbentuk seperti huruf Y itu, adalah contoh protein yang memiliki jembatan yang dibina atas unsur S. (Dr Wildan Yatim, dosen Biologi Sel dan Sitogenetika IKD, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung)

· Sumber makanan :

- Daging merah - Unggas - Keju - Lembaga gandum,ragi

- Kacang – kacangan - Telur - Hati selada, roti.

- Biji – bijian - Ikan - Susu

Absorbsi Zink di percepat oleh ligand berat molekul rendah yg berasal dari pancreas. Kurang lebih 20-30 % Zn peroral diabsorbsi terutama pada duodenum dan usus halus bagian proksimal. Jumlah Zink yg diabsorbsi tergabtung pada berbagai factor termasuk sumbernya ( yg berasal dari hewan diabsorbsi lebih baik dari pada yang berasal dari tumbuh-tumbuhan),disebabkan oleh adanya fitat dan serat tumbuhan yg mengikat Zn pada usus sehingga tidak dapat diabsorbsi. Zink didistribusi keseluruh tubuh dan kadar tertinggi didapatkan pada kororid mata, spermatozoa, rambut, kuku, tulang dan prostat. Dalam plasma Zink terikat pada protein terutama pada albumun.

Ekskresinya terutama melalui feses sejumlah kurng lebih 2/3 dari asupan zink hanya sekitar 2% sieksresi melalui urine.

6. Mangan ( Mn )

Mangan merupakan salah satu unsur penyusun dalam beberapa enzim, otot, tulang yang dibutuhkan tubuh sekitar 2 – 5 Mg.

· Fungsi mangan ( Zn )

Untuk mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem reproduksi.

· Sumber makanan

Bekatul, teh, kopi, kacang – kacangan.

7. Molibdenum ( Mo )

Molibdenum merupakan konstituen penting dari banyak enzim, diabsorbsi baik dan terdapat dalam tulang, hati dan ginjal.

· Fungsi Molibdenum ( Mo )

Mempertahankan metabolisme tubuh agar berjalan lancar.

· Sumber makanan

Kacang – kacangan, biji – bijian.

8. Flor ( F )

· Fungsi Flor ( F )

o Menguatkan gigi dan tulang

o Mencegah penyakit osteoporosis dan priodentol

o Pembentukan lapisan email gigi

· Sumber makanan

Kuning telur, susu, otak

· Kekurangan Flour menyebabkan

Dapat menyebabkan kerusakan gigi

F: Terdapat dalam jaring lunak, tulang dan gigi. Unsur ini banyak terkandung dalam air minum. Jika minum air yang mengandung banyak F berlebihan maka gigi jadi rusak dan berwarna cokelat. Namun jika masuk tubuh secara biasa, artinya dalam kadar normal, unsur ini perlu untuk pertumbuhan dan pemeliharaan gigi.

9. Magnesium ( Mg )

· Fungsi atau kegunaan dari magnesium adalah sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin.

Mg; Sebagian besar terkandung dalam tulang. Juga berperan untuk kelancaran pekerjaan berbagai enzim. Banyak terdapat dalam makanan berupa sayur dan buah. Jika sumber dari hewan, banyak terdapat dalam susu, ikan, dan daging.
I: Penting untuk membikin hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar gondok. Sumber terutama ikan laut, kerang, dan agar. Anak, ibu hamil dan sedang menyusukan perlu lebih banyak unsur ini dari pada orang dewasa biasa. Rakyat kita kini diharuskan pemerintah dipasok oleh unsur lewat garam dapur. Jika defisiensi timbul penyakit gondok dan pertumbuhan anak terhambat atau terganggu.

10. Kromium ( Cr )

Berperan sebagai kompleks kofaktor untuk insulin dank karena itu berperan pada penggunaan glukosa secara normal didalam tubuh.

Sumber : Daging, hati, ragi (brawers yeash), padi – padian, kacang-kacangan, & keju.

11. Selenium

Merupakan unsur enzim glutation peroksidae yang terdapat pada sebagian besar jaringan tubuh.

Sumber : Tanaman, tetapi bervariasi sesuai kandungan tanah.

12. Silikon ( Si )

Berperan didalam klasifikasi tulang dan metabolism glimosaminoglikan pada kartilago serta jaringan penyambung.

Sumber : Makanan Nabati.

2. LITBANG PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN MINERAL

Litbang Pengolahan dan Pemanfaatan Mineral merupakan salah satu kegiatan tertua dan sebagai cikal-bakal dari Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara. Dimulai pada tahun 1960 bernama Balai Penelitian Tambang Dan Pengolahan Bahan Galian (BPT/PBG). Kemudian pada tahun 1976 terjadi pengabungan antara BPT/PBG dengan Akademi Geologi dan Pertambangan (AGP) menjadi institusi baru bernama Pusat Pengembangan Teknologi Mineral (PPTM). Selanjutnya berubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral (PPPTM) dan akhirnya saat ini menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA).
KelompokLitbang ini terdiri dari sub-sub kelompok Karakterisasi Mineral, Pengolahan Mineral Industri, Pengolahan Mineral Logam, Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Industri Mineral, dan Teknologi Bahan.

Pada dasarnya, tugas pokok dan fungsi Kelompok Litbang Pengolahan dan Pemanfaatan Mineral adalah melaksanakan kegiatan litbang yang terkait dengan seluruh mineral, baik mineral logam maupun non-logam, kecuali batubara. Selama keberadaannya, Kelompok ini telah berhasil melakukan litbang yang menyangkut peningkatan nilai tambah berbagai jenis mineral, sebagai bagian dari upaya menyiapkan bahan baku untuk industri berbasis mineral. Bahkan untuk mengintegrasikan kegiatan litbang pengolahan mineral, mulai pada tahun 2005 telah dirintis pembangunan pilot plant pengolahan mineral secara terpadu di daerah Citatah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Diharapkan, pilot plant dapat beroperasi pada tahun 2010.

Sehubungan dengan upaya Puslitbang tekMIRA meningkatkan pemanfaatan batubara sebagai energi pengganti bahan bakar minyak (BBM), Kelompok Litbang Pengolahan dan Pemanfaatan Mineral telah mengimplementasikannya dalam beberapa kegiatan, yaitu:

· Pemanfaatan katalis yang berasal dari limonit untuk proses pencairan batubara.
Batubara cair yang telah dicanangkan sebagai sumber energi alternatif untuk menambah pasokan BBM, memerlukan katalis untuk mendapatkan hasil cairan yang tinggi dengan proses cepat. Katalis berbasis besi diprediksi akan menjadi katalis yang banyak dipakai di masa mendatang. Katalis dimaksud adalah limonit yang sangat potensial digunakan ditinjau dari aspek harga dan kereaktifannya. Sumber limonit itu sendiri banyak terdapat di Soroako (PT Inco), Sulawesi Tenggara dan Pomalaa (PT Aneka Tambang), Sulawesi Selatan. Kegiatan penelitian meliputi pengamatan transformasi limonit menjadi pirotit pada proses sulfidasi, serta pengkajian faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan mineral tersebut agar diperoleh tingkat pencairan batubara yang tinggi. Selain itu dikaji pula jumlah cadangan limonit di Soroako dan Pomalaa, sampai sejauh mana mampu mendukung kegiatan pencairan batubara.

· Abu terbang pada PLTUSetelah berhasil melaksanakan percobaan pada skala laboratorium terhadap abu terbang PLTU Suralaya, Litbang Pengolahan dan Pemanfaatan Mineral akan berupaya Strategi Litbang dari Kelompok Program Teknologi Pengolahan Mineral didasarkan pada program-program terkini yang diminta baik oleh masyarakat industri pengguna mineral maupun pemerintah. Saat ini beberapa industri yang terkait dengan bahan baku mineral adalah Industri logam, Industri Aneka, Industri Kimia, Industri Keramik, Industri Konstruksi/Bangunan, Industri Perminyakan, dan Industri Pertanian/Perkebunan,Perikanan/Peternakan.

Laboratorium
Laboratorium yang dimiliki adalah :

· Laboratorium penelitian yaitu lab. Pengolahan Mineral, lab. Metalurgi Ekstraktif, lab. Metalurgi Fisik, lab. Elektro Kimia dan lab. Teknologi Bahan.

· Laboratorium pengujian yaitu lab. Kimia mineral dan Lingkungan (terakreditasi ISO 17025), lab. XRD/XRF, lab.Fisika Mineral, dan lab. Mineralogi Optik.

Kelompok Pengolahan Mineral secara intensif melakukan kerjasama litbang dengan berbagai institusi litbang, BUMN dan perusahaan swasta di dalam negeri, maupun dengan beberapa institusi litbang di luar negeri. Di dalam negeri antara lain LIPI, BPPT, Balai Besar Keramik, PT. Aneka Tambang, PT. Timah, PT. Krakatau Steel, PT. Batubara, dan beberapa perusahaan wasta. Kerjasama luar negeri antara lain dengan JICA (Jepang), Belgia, ITRI (Inggris), Wollongong University (Australia), Korea dll.

Penunjang Kesehatan Anda yang Berkhasiat dan Alami

Mineral adalah zat makanan yang diperoleh dari tanah yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Sumber mutlak mineral adalah dari tanah, contoh: Magnesium, lodin, Potasium, Fosforus, Sodium, Mangan, Zat Besi, Kalsium Kromium, Zink, Selenium, Copper dsb. Sementara tanah yang tidak subur dan penggunaan bahan kimia menjadikan kandungan mineral dalam tanaman berkurang sejak dulu. "Sebuah apel tahun 1914 mengandung zat besi SAMA banyak dengan 26 buah Apel tahun 1997" sumber Lindlahr 1914; USDA 1963 dan 1997".Sudah selayaknya bila kita saat ini membutuhkan pasokan mineral yg dibutuhkan oleh tubuh kita. Kekurangan mineral menjadikan faktor terjadinya berbagai macam jenis penyakit.

10 Alasan Mengapa Anda Harus Mengkonsumsi CMD.

1. Lengkap: CMD terdiri dari makro-mineral (magnesium, kalsium, potassium, kloridb, sulfur) dan mikro mineralnya (kromium, iodin, mangan, selenium dan zink, mengandung sekitar 44 jenis mineral). Ini menjadikan CMD suplemen meniral yang terlengkap.

2. Ion: adalah elektromagnetik positif dan negatif. CMD diteteskan dalam air akan melebur menjadi bentuk terkecil yaitu ion sehingga memudahkan diserap oleh tubuh.

3. Bersih: CMD diekstrak dari danau Great Salt Lake, UTAH - USA. Kadar yang terkandung dalam danau itu sangat tinggi sehingga tidak ada kehidupan bakteri. Berbatasan dengan gurun sehingga tidak ada tempat pemukiman penduduk (bebas pencemaran).

4. Alami: CMD bukan hasil buatan laboratorium. CMD berasal dari air danau yang telah dibuang 95% garamnya, (tiada ada tambahan pewarna, pengawet, perasa tiruan). CMD 100% alami.

5. Seimbang: CMD bukan saja lengkap, tetapi juga mudah digunakan secara seimbang. Ini penting karena mineral dengan lainnya dapat saling menarik atau menolak dan menciptakan suatu keseimbangan dinamik, membantu pengangkutan makanan dan signal sistem pusat saraf tubuh.

6. Pekat: CMD 55 kali lebih pekat dari kandungan air mineral laut. Kepekatannya sangat tinggi, dibandingkan produk suplemen mineral lain.

7. Mudah: CMD mudah digunakan, hanya diteteskan dalam minuman, / makanan/ masakan anda.

8. Multi Fungsi: CMD multi fungsi dalam meningkatkan kesehatan tubuh.

o Meningkatkan daya tahan dari infeksi

o Melancarkan transmisi impuls syaraf

o Pembnetukan sel baru

o Meningkatkan metabolisme tubuh

o Meningkatkan tenaga & vitalitas

o Memelihara kulit dan rambut

o Menguatkan gigi dan tulang.

9. Harga Ekonomis: Memungkinkan segala lapisan masyarakat mengkonsumsinya.

10. Terbukti: beribu testimoni dari benua Amerika hingga Asia membuktikan CMD membantu kesehatan tubuh.

Anak remaja di masa pertumbuhan Bayi / anak-anak (untuk IQ, tulang & gigi yg kuat). Dewasa yang sibuk dan stres Atlet/aktif bersenam/bagi mereka yang mengikuti program binaraga. Pekerja , buruh kasar Orang yang sedang menjalankan program diet/slimming
Ibu hamil, setelah bersalin / menyusui anak Peranan Trace Mineral Dalam Tubuh

1. Menyeimbangkan kandungan dalam darah, menyehatkan tubuh

2. Melancarkan sistem pengeluaran dalam tubuh: mencegah sembelit, wasir, kanker usus atau kolon, pendarahan.

3. Membina KOMPONEN ASAS TUBUH - enzim, sel darah, kofaktor, hormon.

4. Menguatkan tulang, sendi dan gigi

5. Menguatkan sistem syaraf dalam tubuh- sistem bio-elektrik

6. Mengatasi STRESS / Tekanan

7. Menggiatkan Performasi Tubuh refleks Mental & Fisik. Bagus untuk IQ anak.

8. Menyerap Nutrien, suplemen dan lain-lain: membantu penyerapan makanan harian dan lain-lain.

Penggunaan : Air danau yang diambil dari GREAT SALT LAKE, mengandung 44 jenis Trace Mineral. Tambahkan ke dalam minuman, makanan, masakan, buah-buahan dan lainnya.

PENUTUP
KESIMPULAN

Dari Uraian di atas dapat diambil kesimpulan yaitu :

1. Mineral adalah suatu unsur atau senyawa alami yang dalam keadaan normalnya memiliki unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologi. Yang termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui yang berupa padatan, ada yang larut dalam air lalu masuk tubuh lewat air minum / air yang dipakai untuk mencuci sayur dan buah.

2. Klasifikasi Mineral dalam tubuh meliputi :

1. Mineral Makro elemen (makro mineral) : essensial, jumlah besar antara lain : Ca, P, Mg,Na, K,Cl,S.

2. Trace elemen (mikro mineral): essensial, jumlah sedikit antara lain : Fe, Co, Cu, I, Zn, Mn, Mo.

3. Elemen yang terdapat dalam tubuh: guna tidak jelas , antara lain :Al, Bo,Sr, Se, Va, As.

4. Elemen yang terdapat dalam tubuh o.k. kontaminasi, antara lain : Pb, Br, Ni, Ag, Au.

3. Fungsi Mineral Sebagai kompenen utama tubuh (structural element) atau penyusun kerangka tulang, gigi dan otot-otot. Ca, P, Mg, Fl dan Si untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi sedang P dan sekolah luar biasa untuk penyusunan protein jaringan.Merupakan unsur dalam cairan tubuh atau jaringan, sebagai elektrolit yang mengatur tekanan osmuse (Fluid balance), menegatur keseimbangan basa asam dan permeabilitas membran. Contoh adalah Na, K, Cl, Ca dan Mg.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N. A. 1998. Biologi. California : The Benjamin.

Gutman, B. S. 1999. Biologi. New York : Mc Graw – Hill.

Moehji, Sjahmien. 2002. Ilmu gizi. Jakarta : Widyadara.

Starr, Ceta and Ralph Tanggart. 1990. Biologi. The Unity and Diversity. Edisi Ke – 7. California : Wadsworth.







BAKTERI DALAM AIR SUSU

Mikroba Air Susu

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang


Salah satu bakteri berbentuk batang

Adalah ilmu yang mempelajari tentang mikroba yang terdapat dalam air susu. Bahan2 yg terkandung dalam air susu adalah: 87,25% air, 4,8% laktosa, 3,8% lemak, 2,8% kasein, 0,7% albumin, dan 0,65% mineral.

Air susu merupakan minuman yg baik bagi manusia akan tetapi juga baik baik bagi mikroba. Protein, lemak, dan gula yg terdapat dalam air susu merupakan substrat yg baik pula bagi bakteri patogen maupun bakteri saprofit. Air susu yg masih didalam kelenjar susu dapat dikatakan steril tetapi setelah keluar dari kelenjar susu dapat terjadi kontaminasi, kontaminasi dpt terjadi dimana-mana misalnya dari payudara lembu, dari tubuh lembu, dari udara, dari alat yang dipakai untuk menyimpan air susu, dari orang yg melakukan pemerahan.

Macam-Macam Bakteri Yang Terdapat Dalam Air Susu

  1. Bakteri Saprofit

ü S. Lactis, spesies ini banyak kedapatan dalam jumlah besar dalam air susu karena dpt berkembang biak sangat cepat dan mampu menguraikan laktosa sehingga menghasilkan asam susu.

ü L. Lactis, Spesies ini dapat menyebabkan air susu terkoagulasi.

ü E. Coli dan Aerobacter aerogenes, kedua spesies ini dapat melakukan fermentasi terhadap laktosa sehingga menghasilkan asam2 organik, CO2 & H, hal ini dapat menurunkan kualitas air susu.

ü Dari genus Proteus, Bacillus, Clostridium, dan Sarcina, keempat bakteri ini memegang peranan penting dalam pembusukan air susu karena mampu menguraikan protein.

ü Alkaligenes viscolactis, Spesies ini menyebabkan air susu berlendir.

ü Pseudomonas syncyanea, spesies ini menyebabkan air susu berwarna biru.

ü Serratia marcescens, spesies ini menyebabkan air susu berwarna merah.

2. Bakteri patogen

ü Streptococcus pyogenes dan S. agalactiae, kedua spesies ini dapat menyebabkan sakit tenggorokan pada manusia.

ü Mycobacterium tubercolosis, spesies ini menyebabkan penyakit TBC

ü S. thyphosa, menyebabkan penyakit tifus

ü S. aureus, menyebabkan keracunan pada susu.

Bakteri tersebut dapat dicegah pertumbuhannya dengan cara pasteurisasi yang cermat terhadap air susu.

Penyelidikan Kualitas Air Susu Secara Bakteriologi

Bakteri colon yang terdapat dalam air susu adalah Aerobacter aerogenes dan E. coli. Jika bakteri ini terdapat dalam air susu yang belum dipasteurisasi maka hal ini menandakan adanya kontaminasi dengan feces baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada umumnya bakteri ini langsung mati pada saat dipasteurisasi, ini menunjukkan adanya kontaminasi dari insekta.

Cara Pengujian

ü Siapkan tabung fermentasi yang sudah diisi dengan medium cair berupa empedu laktosa.

ü Campurkan hijau berlian diteteskan 1 ml dengan 10 ml air susu yang akan diuji

ü Inkubasi selama 48 jam dengan suhu 37'C.

ü Jika terdapat gelmebung gas maka terdapat bakteri colon.

Menghitung Jumlah Bakteri Dalam Air Susu

ü Ambil 1 ml air susu menggunakan pipet untuk diencerkan dengan 9 ml aquades steril dalam tabung reaksi.

ü Kocok tabung, ambil 1 ml untuk diinokulasi dalam cawan petri yang berisi agar.

ü Ambil 1 ml lagi untuk diencerkan dengan 9 ml aquades steril.

ü Kocok tabung reaksi, lalu ambil 1 ml, inokulasi ke cawan petri isi agar.

ü Ambil 1 ml lagi untuk diencerkan dengan 9 ml aquades steril, lalu kocok, ambil 1 ml untuk inokulasi ke cawan petri isi agar

ü Maka diperoleh 3 tabung dan 3 cawan berturut2 berisi pengenceran 1:10, 1:100, 1:1000.

ü Cawan2 tersebut diinkubasi 37'C selama 48 jam.

ü Setelah diinkubasi maka tampak koloni2 bakteri yang jumlahnya dapat dihitung dengan alat penghitung koloni.

ü Jika cawan ke-3 berisi pengenceran 1:1000 terdapat koloni 30, maka cawan ke-2 300, dan cawan ke-1 3000. Sedangkan dalam 1 ml air susu yang belum diencerkan didapat 30000 buah.

ü Jika air susu yang belum dipasteurisasi mengandung 30000 buah/ml air susu, keadaan ini dinamakan kualitas air susu buruk.

Pengujian Dengan Indikator

Cara ini dapat digunakan untuk menguji air susu yang belum dipasteurisasi:

ü Ambil tabung reaksi, isi dengan isosianat metilen blue konsentrasi 1:25000.

ü Masukkan 10 ml air susu kedala tabung.

ü Tabung dikocok agar air susu dan zat warna homogeny.

ü Tabung tersebut direndam dalam air suhu 35,5-37,5'C hingga warna birunya hilang, sedangkan warna biru dibagian atas tetap bertahan.

ü Jika banyak bakteri yang terdapat dalam air susu warna birunya cepat hilang.

Cara Mensterilkan Air Susu

Untuk mencegah adanya mikroorganisme yang terdapat dalam air susu, kita akan mensterilkan air susu tersebut dengan pasteurisasi. Pasteurisasi dilakukan dengan dua cara:

1. Suhu tinggi waktu pendek, 71'C, 15-30 dtk.

2. Suhu rendah waktu panjang, 61,5'C, 30 menit.

Cara mengatur pemanasan air susu memerlukan teknik khusus, yaitu: dalam tangki berisi air susu ada papan logam yang dilalui arus listrik dengan demikian pemanasan dapat merata dalam waktu singkat. Dapat juga dalam tangki tersebut terdapat pipa yang berliku-liku dan dalam pipa tersebut dialirkan air panas/uap panas lalu air susu dalam tangki terus diaduk supaya panas merata. Setelah itu dimasukkan kedalam kotak2, botol2/ kaleng2 steril.

Uji Posfatase

Untuk mengetahui apakah air susu tersebut sudah dipasteurisasi dengan baik. Uji ini didasarkan atas reaksi antara enzim dan indikator disodium fenol posfat serta zat folin. Jika pasteurisasi tidak dilakukan dengan baik, maka masih terdapat enzim fosfatase dalam air susu. Adanya enzim ini dapat diuji dengan mencampurkan disodium fenol fosfat dan zat folin dalam air susu didalam tabung reaksi, inkubasi suhu 37'C selama 18-24 jam. Jika terdapat warna biru menunukkan adanya fosfatase. Bila ada fosfatase berarti masih ada mikroba.

Pertumbuhan Mikroba Dalam Air Susu

Pengujian:

ü Ambil 1/4 liter atau 1/2 liter susu segar, tempatkan dalam botol bersih dalam keadaan terbuka

ü 3-5 jam sekali diamati dan ukur nilai pH yang terjadi menggunakan kertas lakmus. Sejalan dengan perubahan nilai pH dalam air susu akan terjadi pula perubahan populasi mikroba yang berbeda, yaitu:

ü PH 6,5-7 ada S. lactis banyak. Tapi akibat pertumbuhannya maka nilai pH turun dibawah 5. Terjadilah pertumbuhan bakteri lain yaitu Lactobacillus sp. (bakteri laktat). Adanya bakteri ini pH menjadi 3.

ü Untuk perkembangan selanjutnya, nilai pH akan naik lagi menjadi 5 dan kedalam susu akan nampak pertumbuhan ragi dan jamur yang asidofilik.

ü Nilai PH terus naik hingga 7 dan dalam air susu mulai ditemukan bakteri Pseudomonas yang menghasilkan toksin dan kelompok bakteri pembusuk.

Mikroba Penyebab Pembusukan Air Susu:

Genus proteus, Clostridium, Bacillus, Sarcina.

Pedoman Untuk Menentukan Kualitas Air Susu

1. Air susu yang belum dipasteurisasi dinyatakan baik sekali jika terdapat <200.000 style=""> mikroorganisme per ml.

2. Air susu yang sudah dipasteurisasi jika terdapat >30.000 mikroorganisme per ml maka air susu tersebut kurang baik/ juga jika terdapat >10 bakteri koloni per ml.

Panduan Untuk Menyiapkan Dan Menyajikan Susu

Cara Membersihkan dan Sterilisasi Peralatan

  1. Cuci tangan dengan sabun sebelum membersihkan dan mensterilkan peralatan minum bayi.
  2. Cuci semua peralatan (botol, dot, sikat botol dan sikat dot) dengan air bersih yang mengalir.
  3. Gunakan sikat botol dan sikat dot untuk membersihkan bagian dalam botol dan dot agar sisa susu yang melekat bisa dibersihkan.
  4. Bilas botol dan dot dengan air bersih yang mengalir.
  5. Bila menggunakan alat sterilisator buatan pabrik, ikuti petunjuk yang tercantum dalam kemasan.
  6. Bila sterilisasi dengan cara direbus :

ü Botol harus terendam seluruhnya sehngga tidak ada udara di dalam botol;

ü Panci ditutup dan dibiarkan sampai mendidih selama 5 – 10 menit;

ü Panci biarkan tertutup, biarkan botol dan dot di dalamnya sampai segera akan digunakan

  1. Cuci tangan dengan sabun sebelum mengambil botol dan dot.

  1. Bila botol tidak langsung digunakan setelah direbus:

ü Botol harus disimpan di tempat yang bersih dan tertutup;

ü Dot dan penutupnya terpasang dengan baik.

Cara Menyiapkan dan Menyajikan Air Susu

  1. Bersihkan permukaan meja yang akan digunakan untuk menyiapkan susu formula.
  2. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kemudian keringkan.
  3. Rebus air minum sampai mendidih selama 10 menit dalam ketel atau panci tertutup.
  4. Setelah mendidih, biarkan air tersebut di dalam panci/ketel tertutup selama 10 – 15 menit agar suhunya turun menjadi di atas 70oC.
  5. Tuangkan air tersebut (suhunya di atas 70oC) sebanyak yang dapat dihabiskan oleh bayi (jangan berlebihan) ke dalam botol susu yang telah disterilkan.
  6. Tambahkan bubuk susu sesuai takaran yang dianjurkan pada label dan sesuai kebutuhan bayi.
  7. Tutup kembali botol susu dan kocok sampai susu larut dengan baik.
  8. Dinginkan segera dengan merendam bagian bawah botol susu di dalam air bersih dingin, sampai suhunya sesuai untuk diminum (dicoba dengan meneteskan susu pada pergelangan tangan, akan terasa agak hangat, tidak panas).
  9. Sisa susu yang telah dilarutkan dibuang setelah 2 jam.

Bakteri Menyebabkan Keracunan Air Susu

Puluhan siswa SD Tagog Apu 1 dan SD Tagog Apu 2 di Jln. Raya Purwakarta Kec. Padalarang, Kab. Bandung, keracunan. Gejala keracunan terdeteksi setelah jam istirahat berakhir (”PR”, 3/3). Saat jam istirahat siswa membeli minuman susu yang dikemas dalam plastik bekas makanan ringan dari pedagang di depan sekolah.

Peristiwa keracunan susu yang dialami anak-anak SD tersebut patut disesalkan. Susu sebenarnya tidak memiliki efek racun dan tidak akan menyebabkan keracunan bagi makhluk hidup yang mengonsumsinya. Susu merupakan bahan pangan sempurna yang mengandung berbagai zat gizi bagi tubuh manusia. Susu dibentuk oleh berbagai komponen spesifik yang tidak akan ditemukan pada bahan pangan lain.

Secara fisiologis, susu merupakan sekresi kelenjar ambing sebagai makanan dan proteksi imunologis (immunological protection) bagi bayi mamalia. Dalam SK Dirjen Peternakan No. 17 tahun 1983 dijelaskan, susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu pasteurisasi, dan susu sterilisasi. Susu segar adalah susu murni yang tidak mengalami proses pemanasan. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar tanpa mengurangi atau menambah sesuatu komponen atau bahan lain.

Gejala keracunan yang ditimbulkan oleh susu tidak disebabkan oleh komponen biokimia yang terkandung di dalamnya. Manusia dapat mengalami gejala keracunan karena susu tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri. Susu dapat menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri, karena di dalamnya terdapat komponen biokimia yang juga diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang.

Proses Pencemaran

Terjadinya kontaminasi bakteri dapat dimulai ketika susu diperah dari puting sapi. Lubang puting susu memiliki diameter kecil yang memungkinkan bakteri tumbuh di sekitarnya. Bakteri ini ikut terbawa dengan susu ketika diperah. Meskipun demikian, aplikasi teknologi dapat mengurangi tingkat pencemaran pada tahap ini dengan penggunaan mesin pemerah susu (milking machine), sehingga susu yang keluar dari puting tidak mengalami kontak dengan udara.Prof. Douglas Goff, seorang dairy scientist dari University of Guelph menyatakan, pencemaran susu oleh mikroorganisme lebih lanjut dapat terjadi selama pemerahan (milking), penanganan (handling), penyimpanan (storage), dan aktivitas pra-pengolahan (pre-processing) lainnya. Mata rantai produksi susu memerlukan proses yang steril dari hulu hingga hilir, sehingga bakteri tidak mendapat kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam susu.

Peralatan pemerahan yang tidak steril dan tempat penyimpanan yang tidak bersih dapat menyebabkan tercemarnya susu oleh bakteri. Susu memerlukan penyimpanan dalam temperatur rendah agar tidak terjadi kontaminasi bakteri. Udara yang terdapat dalam lingkungan di sekitar tempat pengolahan merupakan media yang dapat membawa bakteri untuk mencemari susu. Proses pengolahan susu sangat dianjurkan untuk dilakukan di dalam ruangan tertutup.

Manusia yang berada dalam proses pemerahan dan pengolahan susu dapat menjadi penyebab timbulnya bakteri dalam susu. Tangan dan anggota tubuh lainnya harus steril ketika memerah dan mengolah susu. Bahkan, hembusan napas manusia ketika proses pemerahan dan pengolahan susu dapat menjadi sumber timbulnya bakteri. Sapi perah dan peternak yang berada dalam sebuah peternakan (farm) harus dalam kondisi sehat dan bersih agar tidak mencemari susu.

Bakteri Pencemar

Makhluk hidup telah diklasifikasikan berdasarkan persamaan-persamaan yang dimilikinya. Carolus Linnaeus merupakan ilmuwan yang pertama kali melakukan klasifikasi makhluk hidup pada awal abad ke-18. Monera dan protista merupakan organisme yang paling tua. Organisme yang termasuk monera adalah bakteri dan ganggang biru. Bakteri memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga dapat pula digolongkan sebagai mikroorganisme.

Bakteri yang dapat mencemari susu terbagi menjadi dua golongan, yaitu bakteri patogen (pathogenic bacteria) dan bakteri pembusuk (spoilage bacteria). Kedua macam bakteri tersebut dapat menimbulkan penyakit yang ditimbulkan oleh susu (milkborne diseases) seperti tuberkulosis, bruselosis, dan demam tipoid (typhoid fever). Pembusukan susu oleh bakteri dapat menyebabkan degradasi protein, karbohidrat, dan lemak yang terkandung dalam susu.

Menurut Buckle (1987), dalam bukunya yang berjudul Ilmu Pangan dijelaskan, dari semua penyakit yang ditularkan melalui susu, tuberkulosis adalah yang paling menonjol. Mycobacterium bovis adalah penyebab penyakit pada sapi dan dapat dipindahkan ke dalam susu, terutama bila ambingnya terkena infeksi. Bruselosis yang disebabkan karena infeksi pada sapi disebabkan oleh Brucella abortus, organisme yang menyebabkan terjadinya keguguran kandungan. Penyakit ini bersifat menular dan gejala-gejala infeksi pada manusia adalah demam yang berselang-seling, banyak keringat, sakit kepala, dan sakit seluruh badan.

Kualitas susu akan menurun jika terdapat bakteri pembusuk di dalamnya. Pembusukan (spoilage) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penurunan kualitas dari warna, tekstur, aroma, dan rasa makanan hingga pada titik di mana makanan tersebut tidak cocok dan tidak menimbulkan selera manusia.

Bakteri yang terlibat dalam proses pembusukan pada susu adalah bakteri-bakteri psikotropik. Bakteri yang dapat membuat enzim proteolitik dan lipolitik ekstraseluler (Pseudomonas fragi dan Pseudomonas fluorescens) juga dapat menyebabkan kebusukan pada susu. Bakteri psikotropik dapat dimusnahkan dengan pemanasan pada proses pasteurisasi, namun Pseudomonas fragi dan Pseudomonas fuorescens tetap stabil pada suhu panas. Bakteri lain yang dapat hidup setelah proses pasteurisasi adalah Clostridium, Bacillus, Cornebacterium, Arthrobacter, Lactobacillus, Microbacterium, dan Micrococcus. Bacillus mampu menggumpalkan susu dengan mencerna lapisan tipis fosfolipid di sekitar butir-butir lemak melalui enzim yang dihasilkannya.

Mata rantai produksi susu di Indonesia sudah saatnya untuk mampu dalam meminimalisasi proses kontaminasi dari berbagai macam mikrorganisme berbahaya. Susu yang akan dikonsumsi oleh manusia harus dalam kondisi aman dan sehat. Proses produksi susu di tingkat peternakan memerlukan penerapan good farming practice seperti yang telah diterapkan di negara-negara maju.

Teknologi dalam pengolahan telah memungkinkan susu untuk disimpan lebih lama dan dapat mengurangi tingkat kontaminasi bakteri. Pasteurisasi mampu untuk membunuh sejumlah bakteri patogen melalui suhu tinggi. Pembuatan susu kental dapat memperpanjang daya simpan susu dalam temperatur ruangan. Selain itu, teknik homogenisasi dan sentrifugasi susu dapat memperbaiki kualitas susu untuk konsumsi manusia. Kualitas masyarakat dalam sebuah bangsa sangat ditentukan oleh bahan pangan yang dikonsumsinya.

Hanya Susu Lokal Yang Dinyatakan Mengandung Bakteri Enterobacter Sakazakii

Hanya susu lokal yang dinyatakan mengandung Bakteri Enterobacter sakazakii, berati masih ada alternatif lain yaitu dengan menggunakan susu produk impor walau harganya sedikit mahal namun demi buah hati itu bukan satu halangan. tapi sangat janggal sekali kenapa penelitiannya hanya kepada produk local saja apakah susu produk impor dinyatakan bebas dari Bakteri Enterobacter sakazakii? semoga ya. ada beberapa hal yang harus kita tanyakan dan selidiki yaitu:

http://www.kompas.com/data/photo/2008/01/16/221030p.jpgSangat beragam pertanyaan yang muncul dalam benak kita masing-masing, ada yang melihat dari segi persaingan ekonomi, ada yang berpendapat dari segi politik. tentu semua ini mempuyai dampak baik ekonomi maupun politik. tapi dampak yang paling besar adalah terhadap anak anak yang ternyata selama ini telah menggunakan susu berbakteri Enterobacter sakazakii, dan ini membut para ibu menjadi berang marah dan sangat kecewa karena buah hati yang paling mereka cintai telah di racuni. sungguh menyedihkan jikalau dalam hal ini masing masing pihak( IPB, POM, DPKES ) saling menuding dan mencari pembenaran diri bukanya segera bertindak, saya secara pribadi sebelum kasusus ini juga sangat menyesalkan cara kerja POM.

Hindari Bakteri Sakazakii pada Air Susu

Kalangan masyarakat resah atas temuan hasil penelitian awal oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai adanya dugaan sebagian susu formula tercemar oleh bakteri enterobacter sakazakii. Sebab, konsumsi susu formula bagi bayi dan anak di bawah usia lima tahun (balita) untuk mengoptimalkan tumbuh kembang relatif tinggi .

"Masyarakat harus berhati-hati dalam membeli produk susu formula dan makanan bayi. Produk pangan yang tercemar enterobacter sakazakii membahayakan kesehatan bayi," kata Direktur Standardisasi Produk Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Sri Irawati Susalit, Kamis (28/2), di Kantor Badan POM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta.

Enterobacter sakazakii adalah bakteri gram negatif yang tahan panas dan tidak membentuk spora. Secara klinis, cemaran enterobacter sakazakii menimbulkan diare yang bila tidak diobati dapat menimbulkan dehidrasi dan dapat berakibat fatal pada kesehatan bayi dan anak balita.

Pada tahun 2005, World Health Assembly (WHA) menginformasikan pada negara-negara anggota mengenai ada kemungkinan cemaran mikroba enterobact er sakazakii pada susu formula. WHA lalu mengeluarkan resolusi agar Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta Badan Pangan dan Agrikultur (FAO) menyiapkan pedoman, pesan dan pelabelan produk tentang penyiapan penyimpanan dan penanganan susu formula.

Belakangan ini ramai diberitakan hasil riset dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut PertanianBogor (IPB) yang dimuat dalam situs IPB bahwa 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Sampel makanan dan susu formula yang di teliti berasal dari produk lokal. Sejumlah staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain Dr Sri Estuningsih, Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, Dr. Rochman Naim.

Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia ada susu formula dan makanan bayi terkontaminasi E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian itu. Sangat penting dipahami susu formula bayi bukan produk steril, sehingga penggunaan serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk itu .

Terkait hasil kajian ilmiah itu, Irawati menyatakan Badan POM melakukan pengawasan susu formula secara rutin setiap tahun di semua laboratorium Balai Besar POM di berbagai daerah. "Kami mengawasi susu formula melalui evaluasi premarket sebelum izin edar dan kontrol setelah produk beredar, ujarnya." Pemeriksaan cemaran mikroba merupakan bagian dari pemeriksaan rutin lembaga itu terhadap produk pangan, termasuk susu formula.

Teknik Agar Susu Tidak Tercemar Bakteri

Akhir-akhir ini media massa banyak memberitakan hasil penelitian tim IPB yang berkesimpulan bahwa sekitar 23 persen susu formula mengandung bakteri enterobacter sakazakii. Enterobacter Sakazii adalah bakteri yang terdapat secara luas dan baru dikenal sebagai spesies unik pada tahun 1980. Dia bisa hadir di mana saja, baik di rumah, rumah sakit, tempat bermain maupun pabrik pembuat makanan bayi. E. Sakazii dalam jumlah kecil di susu dan makanan bayi–baik karena bawaan dari pabrik maupun kontaminasi selama penyiapan–biasanya tidak membahayakan.

minum-susu-formula


Risiko infeksi tertinggi bakteri tersebut ada pada ruang perawatan intensif bayi baru lahir (neonatal intensive care), karena tubuh bayi baru lahir memang masih sangat rentan oleh berbagai infeksi. E. Sakazii berpotensi menyebabkan wabah enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsismeningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak) dan necrotizing enterocolitis (radang saluran perut) bila neonatal intesive care itu tidak tersterilisasi dengan baik.

Risiko tinggi lainnya terjadi pada susu formula yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan yang hangat. E. Sakazii berkembang biak pada suhu 37-44 derajat celcius. Berbeda dengan air susu ibu yang mengandung zat antibakteri, susu formula tidak bersifat bakteriostatis (menahan perkembangan dan reproduksi bakteri) sehingga mudah menjadi tempat perkembangbiakan bakteri.

Hasil penelitian tersebut harus membuat kita waspada. Selain lebih selektif memilih produk susu bagi anak kita, kehati-hatian juga diperlukan dalam penyiapan dan pemberiannya. Untuk mengurangi risiko kontaminasi susu formula, lakukanlah beberapa tips berikut:

ü Gunakan air masak dari sumber yang baik. Bila menggunakan air minum dalam kemasan, sebaiknya direbus lagi supaya lebih aman. Hindari pemakaian air sumur yang belum teruji kandungan unsur kimiawi maupun jasad reniknya.

ü Sterilkan botol susu sebelum dipakai. Rebus botol dan dotnya dalam air mendidih selama beberapa menit untuk mematikan bakteri dan kuman lainnya.

ü Sebelum menyiapkan susu, cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat, lalu lap sampai kering dengan handuk/tisu bersih. Tangan Anda dapat menjadi sumber kontaminasi. (Ibu-ibu seringkali tanpa sadar setelah mengganti popok lalu menyiapkan susu formula tanpa mencuci tangan dengan baik!).

ü Periksa kondisi kaleng susu. Bila tidak terjadi “letupan kecil” saat kaleng susu dibuka, mungkin ada kebocoran. Jangan berikan kepada bayi susu formula yang kemasannya telah rusak.

ü Siapkan susu formula secukupnya. Susu yang sudah disiapkan harus segera diberikan kepada bayi. Jangan membiarkan susu formula dalam suhu ruangan terlalu lama. Susu formula yang berada di ruang terbuka lebih dari dua jam harus dibuang. Bila disimpan dalam kulkas, selalu cek kembali kondisinya sebelum diberikan kepada bayi dan harus dibuang setelah melewati 24 jam. Beberapa jenis bakteri dapat hidup dan berkembang biak dalam suhu rendah.

ü Jangan menyimpan sisa susu yang sudah diberikan kepada bayi. Buang sisa susu yang tidak habis diminum bayi. Susu tersebut mungkin telah terkena bakteri dari liur dan mulut bayi.

ü Bila dalam perjalanan, jangan menyimpan botol steril Anda di tempat yang sama dengan popok atau baju kotor. Simpan botol di tempat tersendiri yang terisolasi dengan aman.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com

http://satyasembiring.wordpress.com/2008/03/03/peryataan-jubir-ipb-terkait-masalah-susu-formula-yang-tercemar-bakteri-enterobacter-sakazakii/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar